Sebenarnya Cara Budidaya Ikan Lele tidak hanya di Kolam Terpal, akan tetapi bisa juga Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Beton atau Kolam Tanah. Adapun yang akan dibahas disini adalah Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal.
Cara atau Teknologi budidaya ikan lele dengan kolam terpal antara lain adalah untuk :
- Meningkatkan pemanfaatan lahan kering yang biasanya digarap sekali setahun dengan komoditas tertentu saja menjadi lahan produktif sepanjang tahun dengan komoditasnya beraneka ragam,
- Meningkatkan pendapatan petani/pengelolanya dengan melakukan beberapa difersikasi usaha antara lain budidaya ikan, peternakan dan budidaya tanaman dalam satu unit lahan,
- Meningkatkan pendapatan petani/pengelola karena kolam terpal sangat efektif dan efisiensi dan dapat disinergikan dengan kegiatan lainnya;
- Dapat menghemat air karena terpal adalah bahan yang kedap air;
- Menghemat biaya produksi dengan memanfaatkan pakan alami berupa sayur dan dedaunan yang ada disekitarnya;
- Menghemat pupuk untuk pertanian karena air buangan limbah dan kegiatan budidaya ikan mengandung pupuk organik
Sejarah diciptakannya kolam terpal
Di daerah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pulau Sumbawa pada umumnya merupakan dacrali dengan curah hujan yang relative sedikit. Banyak lahan tidur dan lahan kering yang tidak tergarap akibat kurangnya air untuk kegiatan pertanian. Dengan melihat kenyataan yang demikian, maka dilakukan usaha menghidupkan kegiatan pertanian dengan membuat tendon air untuk mengatasi kekurangan air dengan menggunakan terpal sebagai penampungan air yang akan digunakan mengairi tanaman. Adapun sumber air digunakan sumur galian dan sumur bor. Air yang ada di dalam terpal digunakan untuk memelihara ikan lele dumbo. Sisa buangan/limbah tendon sudah melalui proses penyuburan secara alami dari hasil metabolisme ikan, hancuran pakan ikan berupa dedaunan dan kotoran ayam yang ada di atas kolam dialirkan pada lahan pertanian merupakan air yang mengandung pupuk organic yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Cara atau Teknologi budidaya ikan lele dengan menggunakan plastic atau terpal sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat perikanan, dibeberapa daerah sudah banyak diterapkan teknologi kolam plastik. Ada beberapa perbedaan kolam terpal yang lazim digunakan pada umumnya yaitu terletak pada lokasi dan kegunaannya. Tendon air yang kini diterapkan bisa digunakan pada lahan kering dengan pemanfaatan limbah buangan atau limpasan airnya dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Teknologi tendon air ini disinergikan dengan kegiatan pertanian hortikultura yang dapat menghasikan produk pertanian yang tinggi dan ramah lingkungan.
Berawal dari penerapan konsep pertanian terpadu (integrated farming) di lahan marginal (kering), dimana dalam satu unit lahan pertanian dapat diaplikasikan beberapa kegiatan antara lain kegiatan pertanian tanaman pangan, kegiatan budidaya perikanan (pembesaran lele) dan kegiatan peternakan dengan memelihara ayam diatas kolam terpal atan dikenal LONGYAM (kolong ayam).
Semua sub kegiatan merupakan mata rantai yang saling terkait dan saling membutuhkan (bersimbiosis) satu sama lainnya. Penerapan pertanian terpadu terutama pada lahan yang kekurangan air sangat bermanfaat bagi petani dan memberikan keuntungan ganda.
Keunggulan teknologi kolam terpal/tendon air
- Dapat diaplikasikan pada lahan kering
- Mudah dan murah dilakukan oleh petani
- Kolam terpal dapat disinergikan dengan kegiatan pertanian tanaman dan peternakan sistem longyam
- Kolam terpal ini sangat efisien dengan menerapkan konsep pertanian terpadu (intergrated farm) yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani pengelolanya
- Budidaya ikan tandon air ini bersimbiosis, saling membutuhkan antara kegiatan satu dengan Iainnya
- Hemat air dan hemat biaya dengan sistem pinjam air yang sesunggühnya digunakan untuk kegiatan pertanian
- Salah satu penerapan pertanian organik ramah lingkungan.
Metode Pembuatan Kolam Terpal
A. Deskripsi alat dan bahan
B. Urutan dan tata cara pembuatan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
Ada dua model kolam terpal yang dapat dibuat menurut lokasi dan kemudahan dalam mendapatkan bahan bakunya yaitu:
a) Model kolam terpal dinding pancang
Cara pembuatanya adalah:
- Sebelum membuat kolam terpal terlebih dahulu ditentukan terlebih dahulu lokasi yang tepat dalam membuatnya. Yang harus diperhatikan tingkat kemiringan lahan, sehingga dapat dengan mudah untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Kolam terpal sebaiknya dibangun di atas lahan yang agak tinggi dan tidak jauh dari sumber air (sumur yang dibuat)
- Sebelum dibuat kolam terpal harus sudah ada sumur bor diameter 6 inchi atau sumur gali
- Fasiitas yang lain adalah mesin pompa air bensin/solar dengan kekuatan 5,5 pk dengan pipa sedot berdiameter 2-3 inchi
- Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu: alat-alat berupa parang, gergaji, palu, cangkul, sekop dll
- Siapkan bahan berupa terpal, kayu patok, dinding bambu ukuran 1 m x 6 m sebanyak 2 buah, pipa paralon diameter 2-3 inchi. Dengan panjang 25 cm, paku dan tali nylon
- Ratakan tanah dasar yang akan dibuat kolam dengan cangkul dan sekop, buanglah kerikil atau bekas akar kayu yang dapat membuat terpal bocor
- Ukur lokasi berbentuk segi empat menurut ukuran terpal jika ukuran terpal berukuran 7 x 9 meter maka ukuran dasamya yang harus dibuat adalah 6 x 8 meter dikurang dengan ketinggian terpal 1 meter
- Pasang patok kayu tegak lurus/vertical dengan menggali atau dipukul dengan palu sampai betul-betul kuat untuk menahan tekanan air nantinya
- Potong dinding menurut ukuran tinggi kolam yaitu 1 meter dengan panjang 6 meter jika kurang bisa disambung
- Pasang dinding pada tiang pancang dengan paku atau dinding tidak ada yang menonjol agar terpal yang akan dipasang tidak mudah robek
- Pasang terpal menurut bentuk dan ukuran kolam kemudian pasang bambu di atas patok, terpal diikatkan sisinya ke bambu dengan tali nilon tidak terlalu kencang agar elastis jika diisi air
- Lubang sudut terpal dan pasang pipa paralon untuk tidak bocor terpal diikat dengan ban motor sampai kencang
- Buatlah saluran keliling
- Pasang saringan pada pipa pembuangan, kolam terpal siap diisi dengan air dan beberapa hari kemudian kolam siap ditebar ikan lele
b) Model kolam terpal pematang tanah
- Persiapan sama dan poin 1 s/d 4
- Ukur lahan yang akan dibuat kolam, kemudian bersihkan dan ratakan dasamya
- Buat profil dari bambu dan tali ukur lebar dan tinggi (lebar bawah pematang 1-1,5 meter lebar atas 50-75 cm dengan ketinggian 1 meter pematang yang akan dibuat jika ukuran terpal 7 x 9 meter maka lebar kolam yang dibuat adalah 6 x 8 meter dengan ketinggian pematang 75 cm
- Setelah dibuat propilnya maka mulai pematang dibuat dengan mengambil tanah urukan dan luar kolam dan galian saluran keliling sampai ketinggian 75 cm
- Pasang terpal dengan tinggi 75 cm sedangkan sisa terpal sepanjang 25 cm diletakkan mendatar di atas pematang
- Tutup lagi atas terpal dengan tanah berumput sampai ketinggian satu meter
- Lubangi sudut terpal bagian bawah dan pasangkan pipa paralon lalu diikat kuat dengan karet ban motor
- Pasang saringan pada pipa pembuangan dan kolam siap diisi air dan ditebar ikan lele
C. Cara Membuat Lubang Saluran Outlet pada kolam terpal
Dapat digunakan pipa paralon (PVC) berdiameter 1,5" (inch) sepanjang 1 meter dengan sok penyambung yang sesuai untuk pipa paralon tersebut. Tentu saja Anda dapat menggunakan diameter dan ukuran panjang pipa paralon (PVC) serta sok penyambung yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan.
1. Siapkan beberapa alat dan bahan sebagai berikut.
o 1 pipa paralon (PVC) type D berdiameter 1,5" sepanjang lk 1 m atau lebih (sesuaikan dengan kebutuhan)o 1 sok penyambung untuk pipa PVC 1,5". Pilihlah sok penyambung yang berkualitas baiko 1 sok penutup, sesuai ukuran pipa PVC 1,5"o 1/2 lembar kertas gosok (amplas/ amril), pilihlahtype yang sedikit kasar (No 1 atau 1 1/2)o 1 mata gergaji besio 1 mata pisau/ cutter (ukuran sedang) dan juga lembaran terpal yang akan Anda gunakan sebagai media (kolam) pemeliharaan ikan
2. Dengan menggunakan gergaji besi, bagilah ujung pipa paralon menjadi dua bagian yang sama, searah panjang pipa sepanjang kira-kira 8-10 cm.
3. Sisipkan bagian ujung lembaran amplas pada lubang yang dibuat sebelumnya dan putarlah lembaran amplas tersebut mengelilingi ujung pipa paralon sehingga terbalut sempurna.
4. Ujung pipa paralon yang telah terbalut amplas kemudian dimasukkan ke lubang sok penyambung. Lakukan secara perlahan dan hati-hati sehingga tidak terjadi sobekan atau lipatan pada kertas amplas tersebut.
5. Putarlah ujung pipa berikut amplas pembalutnya di dalam lubang sok penyambung, pastikan putaran pipa adalah searah dengan proses pembalutan amplas. Lakukan beberapa putaran hingga diperoleh tingkat kekasaran yang merata pada sisi dalam lubang sok. Jika sudah, cabutlah pipa paralon berikut ampas dari lubang sok penyambung tersebut dengan sedikit tarikan sambil tetap mempertahankan arah putaran.
6. Lepaskan amplas dari ujung pipa paralon (PVC) kemudian letakkan lembaran terpal secara tegak lurus pada ujung pipa paralon (PVC) pada lokasi dimana lubang pembilas pada terpal akan dibuat kemudian pada sisi terpal yang berlawanan dipasang sok penyambung (yang sisi/ bagian dalamnya telah dikasarkan) lalu tekanlah sok secara perlahan hingga pipa paralon dan lembaran terpal masuk ke dalam lubang sok. Agar diperoleh sambungan yang benar-benar rapat, proses penekanan dapat dibantu dengan memukulkan sebatang kayu pada permukaan sok secara perlahan agar bagian terpal yang berada dalam jepitan sok dan pipa PVC tidak sampai cacat/ sobek.
7. Buatlah sayatan pada berbentuk 'cross' atau 'X' pada permukaan terpal dengan menggunakan ujung pisau tajam (cutter) secara hati-hati. Usahakan setiap ujung sayatan tidak sampai menyentuh bagian tepi sisi dalam sok penyambung. Potonglah bagian terpal di sekeliling sisi dalam sok penyambung dengan menggunakan pisau (cutter) hingga diperoleh lubang yang rapi.
D. Cara memelihara ikan lele dengan kolam terpal
Adapun cara menggunakan kolam terpal antara kolam dengan menggunakan pancang dinding dan yang menggunakan pematang tanah sama saja dan kegiatan yang diuraikan adalah kegiatan yang berhubungan dengan budidaya ikan saja:
- Sediakan peralatan berupa mesin pompa air, kernudian naikkan air ke dalam terpal sampai setengahnya
- Jika masih baru digunakan maka biarkanlah air sampai beberapa hari, kemudian air dibuang untuk menghilangkan bau terpal
- Kolam diisi dengan air lagi sampai setengahnya, biarkan beberapa hari lalu buanglah air sampai kering
- Pasanglah saringan pada saluran pembuangan
- Isi air kolam sampai setengahnya atau sekitar 40 cm, biarkan 3-4 hari
- Tebarlah benih ikan lele dumbo ukuran 3-5 cm atau 5-8 cm dengan padat tebar untuk kolam ukuran 6 x 8 m sebanyak 1000 ekor
- Penebaran dilakukan pagi atau sore hari agar tidak stress
- Pemeliharaan dilakukan pemberian pakan buatan berupa pelet selama 1 bulan tanpa pakan tambahan dengan dosis 5 sampai 10% dan berat total ikan
- Pergantian air dilakukan sesering mungkin atau minimal 2 kali seminggu. Air yang diganti biasanya 50% dan air yang ada di dalam kolam
- Setelah ukuran ikan agak besar maka pakan dikurang menjadi 3% per hari dengan memberikan pakan tambahan berupa daun dan sayuran yang ditanam di sekitar kolam
- Untuk melihat pertumbuhan ikan dilakukan sampling seminggu sekali caranya dengan mengambil 10% dan populasi ikan dan ditimbang hasilnya dirata-rata kemudian dikalikan dengan jumlah ikan yang ada maka akan diketahui jumlah berat ikan di dalam kolam dan prosentase jumlah pakan yang akan diberikan
- Apabila terinfeksi penyakit cacar atau bercak, borok maka dilakukan pemanenan ikan yang sakit direndam dengan larutan PK 0,1 ppm atau secara alami diobati dengan daun pepaya dan sedikit garam dapur dan lakukan pergantian air sering mungkin. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit jamur dapat diberikan pakan alami berupa daun pepaya pada ikan
- Lakukan seleksi untuk menghindari persaingan makanan dengan melakukan panen selektif, jika mempunyai kolam lebih dari satu maka ikan dipindahkan berdasarkan ukuran yang besarnya sama.
- Setelah umur 2,5 bulan atau 3 bulan maka ikan dapat dipanen dengan ukuran 200 gram/ekor





No comments:
Post a Comment